Orang bertanya, kapankah manusia akan mencapai kesempurnaan..???
Manusia mendekati kesempurnaan bila ia
merasa bahwa ia berada dalam ruang tak terbatas
dan laut tanpa pantai,
api abadi, cahaya tak terpadamkan.
Dalam angin tenang atau badai menggebu, langit yang diterjang
halilintar, atau angkasa yang mencurahkan hujan.
Kali kecil yang bernyanyi atau anak sungai yang mendesah, pohon yang
penuh bunga pada musim semi, atau pohon kecil tak berdaun di musim gugur.
Gunung yang menjulang tinggi atau lembah yang menurun,
Dataran yang subur atau gurun.
Bila manusia merasakan itu semua, maka ia sudah setengah jalan menuju
kesempurnaan. Untuk mencapai tujuannya ia harus sadar bahwa ia
adalah seorang anak yang bergantung pada ibunya, seorang ayah yang
bertanggung jawab pada keluarganya,
seorang pemuda yang tersesat dalam cinta.
Orang tua yang bergulat dengan masa lampaunya.
Pemuja dalam rumah ibadahnya, penjahat dalam penjaranya.
Sarjana di tengah buku-bukunya.
Orang awam yang terantuk di antara kegelapan malamnya dan keburaman siangnya.
Biarawati yang menderita di antara bunga-bunga kepercayaanya dan ilalang kesepiannya.
Pelacur yang terperangkap di antara taring kelemahannya dan kuku kebutuhan hidupnya.
Orang miskin yang terjerat di antara kegetirannya dan kekalahannya.
Orang kaya di antara kerakusannya dan hati nuraninya.
Penyair di antara kabut senjanya dan sinar fajarnya.
Siapa yang bisa mengalami, melihat dan memahami semua itu akan
mencapai kesempurnaan dan menjadi bayangan dari Bayangan Tuhan.
by Kahlil .Gibran



Tidak ada komentar:
Posting Komentar